Prof. Dr. Mudzakir Ali, MA: Pendidikan Agama Islam sebagai Gerak Kehidupan yang Mengandung Nilai Keberkahan
Mahasiswa Program Doktoral (S-3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang mengikuti perkuliahan “Pendidikan Agama Islam Perspektif Multidisipliner” bersama Prof. Dr. H. Mudzakkir Ali, M.A.
Dalam perkuliahan yang berlangsung dinamis tersebut, beliau memantik daya kritis mahasiswa mengenai hakikat dan esensi pendidikan dalam Islam. Menurut Prof. Mudzakkir, pendidikan dalam Islam tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu, melainkan sebagai gerak kehidupan yang mengandung nilai keberkahan. Ia menyampaikan, "التربية هي الحياة، والحياة هي الحركة، والحركة هي البركة، والبركة هي الزيادة في الخير والنعم وغير ذلك", “Pendidikan adalah kehidupan, kehidupan adalah gerakan, gerakan adalah berkah, dan berkah adalah tambahan kebaikan, kenikmatan, dan lain-lain.”
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa proses pendidikan harus berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan hingga mencapai kesempurnaan. Hal ini ditegaskan melalui kutipan, "التربية هي إنشاء الشيء حالا فحالا إلى حد التمام", yang berarti “Pendidikan adalah penciptaan sesuatu secara bertahap hingga mencapai kesempurnaan.”

Dalam konteks multidisipliner, Prof. Mudzakkir menekankan bahwa Pendidikan Agama Islam perlu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menjawab tantangan zaman. Ia menjelaskan bahwa pendekatan multidisipliner membuka ruang dialog antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu modern sehingga melahirkan pemahaman Islam yang lebih holistik dan kontekstual. “Pendidikan Islam harus mampu menjadi ruang integrasi antara ilmu agama, filsafat, dan sains. Ketiganya tidak bisa dipisahkan jika kita ingin melahirkan generasi yang berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam menghadapi persoalan kontemporer,” ungkapnya.
Melalui perkuliahan ini, mahasiswa S-3 PAI UNWAHAS diharapkan dapat mengembangkan paradigma pendidikan Islam yang lebih terbuka, reflektif, dan berbasis nilai-nilai keislaman yang dinamis.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KUA Argomulyo Gelar Prajabiyah Angkatan I Tahun 2026, Bekali Calon Pengantin Menuju Keluarga Sakinah
Salatiga - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Argomulyo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui penyelenggaraan kegiatan Prajabiyah (Prog
Forkompinda Salatiga Pantau Masjid Ramah Pemudik, Wali Kota Dorong Optimalisasi Layanan
Salatiga - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Salatiga turut serta melakukan pemantauan terhadap fasilitas dan layanan di tujuh Masjid Ramah Pemudik (MRP) yang tersebar
EMI Lakukan Peliputan Program Masjid Ramah Pemudik di Salatiga
Salatiga - Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Persiapan Program Masjid Ramah Pemudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bi
Kemenag Salatiga Siap Sukseskan Program Masjid Ramah Pemudik 2026
Salatiga - Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Program Masjid Ramah Pemudik 2026 menjelang a
KUA Argomulyo Fasilitasi BRUS di MA Plus Sunan Giri, Dukung Program The Most KUA Edisi Ramadan
Salatiga - Penyuluh Agama Islam dan Penghulu pada KUA Argomulyo kembali melaksanakan tugas fasilitasi BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di MA Plus Sunan Giri Salatiga. Kegiatan ini m