• FASTAQIM_فَاسْتَقِمْ
  • MAKA TETAPLAH ENGKAU PADA JALAN YANG BENAR

Prof. Abu Hapsin: Aswaja Harus Menjadi Produk Doktrinal yang Mengintegrasikan Nilai Islam dan Konteks Modern

Mahasiswa Program Doktoral (S3) Pendidikan Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang mengikuti perkuliahan Manhaj Aswaja yang diasuh oleh Prof. Drs. H. Abu Hapsin, MA, Ph.D.

Dalam perkuliahan yang berlangsung interaktif tersebut, Prof. Abu Hapsin menyampaikan bahwa hakikat Islam yang sesungguhnya dapat ditemukan di lingkungan pesantren. “Islam yang sebenarnya itu adalah Islam yang hidup di pesantren. Namun tantangannya sekarang adalah bagaimana kita bisa meramu antara dunia keislaman konvensional dan pendidikan Barat menjadi satu ramuan yang enak dan bermanfaat,” tutur Prof. Abu Hapsin di hadapan para mahasiswa doktoral.

Beliau menegaskan bahwa saat ini Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sudah harus menjadi produk doktrinal, bukan sekadar pemikiran teoretis. “Kita perlu memahami bagaimana Imam Abu Hanifah memproduksi Aswaja, bagaimana Imam Abu Hamid al-Ghazali memproduksi Aswaja. Namun yang paling penting, semua itu tidak boleh lepas dari ruh Kitabullah dan Sunnatullah,” imbuhnya.

Dalam penjelasannya, Prof. Abu Hapsin juga mengupas konsep mashlahah (kemaslahatan) yang terdiri atas tiga kategori: mashlahah mu’tabarah, yaitu kemaslahatan yang secara eksplisit didukung oleh teks; mashlahah mursalah, yaitu kemaslahatan yang tidak disebutkan dalam teks namun membawa manfaat nyata bagi umat seperti pendirian rumah sakit atau lembaga sosial; dan mashlahah mulghah, yaitu kemaslahatan yang tidak diakui oleh nash. Beliau mencontohkan pembagian warisan 2:1 antara laki-laki dan perempuan sebagai bentuk mashlahah mu’tabarah yang tetap sah sekalipun di beberapa konteks tidak diaplikasikan.

Menariknya, Prof. Abu Hapsin menyoroti tipologi ayat-ayat Al-Qur’an bahwa sekitar 95% bersifat mutaghayyirat (dinamis dan dapat berubah sesuai konteks), sedangkan 5% bersifat tsawabit (tetap). “Kita perlu meninjau kembali apakah pemikiran Imam al-Ghazali masih relevan untuk konteks sekarang, atau adakah pemikiran Imam Syafi’i yang perlu dikritisi, misalnya dalam hal hak ijbar orang tua terhadap anak dalam pernikahan. Semua itu harus dikaji secara ilmiah dan kontekstual,” jelasnya.

Dalam kuliah tersebut, Prof. Abu Hapsin juga menyinggung sejarah awal Aswaja yang tidak lepas dari dinamika politik pasca wafatnya Rasulullah SAW. Menurutnya, peralihan kekuasaan dari Nabi kepada para sahabat tidak berjalan sepenuhnya mulus dan bahkan diwarnai dengan berbagai konflik. “Kita harus jujur mengungkap sejarah. Peristiwa kekhalifahan tidak semuanya berjalan damai. Ketika Sayyidina Ali menjadi Khalifah, beliau tidak segera menyelesaikan kasus terbunuhnya Khalifah Utsman yang dianggap sarat nepotisme. Hal itu memicu tuntutan dari keluarga Utsman, termasuk Abu Sufyan dan Mu’awiyah, serta melibatkan Sayyidah Aisyah hingga terjadilah perang Shiffin,” papar beliau.

Dari peristiwa tersebut, lanjut Prof. Abu Hapsin, muncul berbagai kelompok dalam Islam seperti Syi’ah Mu’awiyah di Damaskus, Syi’ah Ali di Baghdad, Khawarij yang keluar dari barisan, dan Murji’ah yang menjadi cikal bakal Ahlussunnah wal Jamaah. “Kelompok Murji’ah inilah yang kemudian menjadi proto-Sunni, mereka yang tidak terlibat dalam politik praktis tetapi lebih fokus membangun masyarakat melalui pendekatan sosial dan moral,” pungkas Prof. Abu Hapsin.

Melalui perkuliahan Manhaj Aswaja ini, mahasiswa doktoral UNWAHAS diharapkan mampu memahami akar historis dan filosofis ajaran Ahlussunnah wal Jamaah secara komprehensif serta mampu merespons tantangan modern dengan berpijak pada nilai-nilai Islam yang kontekstual dan rasional.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KUA Argomulyo Gelar Prajabiyah Angkatan I Tahun 2026, Bekali Calon Pengantin Menuju Keluarga Sakinah

Salatiga - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Argomulyo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui penyelenggaraan kegiatan Prajabiyah (Prog

15/04/2026 13:39 - Oleh Mustaqim - Dilihat 21 kali
Forkompinda Salatiga Pantau Masjid Ramah Pemudik, Wali Kota Dorong Optimalisasi Layanan

Salatiga - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Salatiga turut serta melakukan pemantauan terhadap fasilitas dan layanan di tujuh Masjid Ramah Pemudik (MRP) yang tersebar

17/03/2026 22:28 - Oleh Mustaqim - Dilihat 87 kali
EMI Lakukan Peliputan Program Masjid Ramah Pemudik di Salatiga

Salatiga - Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Persiapan Program Masjid Ramah Pemudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bi

14/03/2026 05:30 - Oleh Mustaqim - Dilihat 125 kali
Kemenag Salatiga Siap Sukseskan Program Masjid Ramah Pemudik 2026

Salatiga - Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Program Masjid Ramah Pemudik 2026 menjelang a

11/03/2026 16:14 - Oleh Mustaqim - Dilihat 119 kali
KUA Argomulyo Fasilitasi BRUS di MA Plus Sunan Giri, Dukung Program The Most KUA Edisi Ramadan

Salatiga - Penyuluh Agama Islam dan Penghulu pada KUA Argomulyo kembali melaksanakan tugas fasilitasi BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di MA Plus Sunan Giri Salatiga. Kegiatan ini m

04/03/2026 13:52 - Oleh Mustaqim - Dilihat 70 kali