• FASTAQIM_فَاسْتَقِمْ
  • MAKA TETAPLAH ENGKAU PADA JALAN YANG BENAR

Prof. Dr. Nor Hadi Kupas Paradigma Ilmiah dan Epistemologi Riset dalam Klinik Metodologi Penelitian Kuantitatif

Prof. Dr. Nor Hadi Paparkan Paradigma Ilmiah dalam Klinik Metodologi Penelitian: “Research adalah Menemukan Kembali Pengetahuan secara Ilmiah”

Dalam perkuliahan Klinik Metodologi Penelitian dengan fokus penelitian kuantitatif, Prof. Dr. Nor Hadi memberikan penjelasan komprehensif mengenai hakikat riset, dasar-dasar ilmiah, serta orientasi epistemologis yang harus dimiliki seorang peneliti. Sejak awal penyampaian, beliau menegaskan bahwa “Research adalah menemukan kembali pengetahuan secara ilmiah dengan metode ilmiah.” Oleh sebab itu, dunia kampus harus mengembangkan ilmu yang bersifat ilmiah karena seluruh prosesnya menuntut penggunaan metode ilmiah yang sahih.

Menurut Prof. Hadi, metode ilmiah memiliki tiga ciri utama, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. “Rasional itu berarti masuk akal; empiris berarti dapat diindra secara sensual; dan sistematis berarti mengikuti alur yang terstruktur,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman dalam pekerjaan memberi pengaruh yang logis dalam proses berpikir ilmiah.

Menariknya, beliau juga mengangkat konsep empiris transendental, yakni dimensi empiris yang berbasis keyakinan. Surga, menurut penjelasannya, dapat diakui keberadaannya dari perspektif filsafat keberpihakan—yaitu melalui kepercayaan yang didasarkan pada ayat-ayat wahyu. “Ilmiah itu selalu diawali oleh adanya pertanyaan,” tegasnya.

Dalam kaitan teologis, Prof. Hadi menuturkan bahwa iman pun memiliki sifat yang dapat ‘diukur’ melalui tingkat bertambah dan berkurangnya keyakinan seseorang. Pemikiran ini sekaligus terkait dengan penelitian yang sedang beliau selesaikan berjudul “Pertimbangan Nilai Local Wisdom: Internalisasi Nilai Sufisme Manunggaling Kawulo Gusti Menuju Konstruksi Akuntansi Humanis.”

Beliau menjelaskan bahwa cara pandang seseorang terhadap kebenaran sangat dipengaruhi oleh perspektif epistemologis yang dianut. “Bagi kaum empiris, jika objek tidak dapat diindra maka tidak dianggap benar; bagi kaum rasionalis, jika sesuatu tidak masuk akal maka tidak benar; sementara bagi kaum positivis, kebenaran ditentukan berdasarkan data yang terverifikasi,” tuturnya.

Dalam konteks pengembangan teori, Prof. Hadi menegaskan bahwa teori merupakan bentuk penyederhanaan fenomena ke dalam desain yang terstruktur. Di sisi lain, proposal penelitian kuantitatif dipandang sebagai guide atau pedoman utama dalam keseluruhan alur penelitian lanjutan. Ia menyatakan, “Masalah penelitian adalah ketimpangan antara teori dan fakta di lapangan.”

Sebagai penguatan teknis, beliau memberikan arahan tentang standar akademik dalam penulisan proposal dan artikel ilmiah. Menurutnya, satu paragraf idealnya berisi lebih dari sepuluh baris untuk menunjukkan kedalaman analisis. Setiap penggunaan tanda titik dalam tulisan ilmiah wajib didukung oleh sitasi yang relevan. Selain itu, elemen judul penelitian harus mencakup tiga hal penting: metode, signifikansi penelitian, dan objek kajian.

Melalui pemaparan ilmiah yang argumentatif dan reflektif tersebut, Prof. Dr. Nor Hadi menegaskan pentingnya ketelitian metodologis, kedisiplinan akademik, serta kesadaran epistemologis dalam menghasilkan penelitian kuantitatif yang valid, humanis, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KUA Argomulyo Gelar Prajabiyah Angkatan I Tahun 2026, Bekali Calon Pengantin Menuju Keluarga Sakinah

Salatiga - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Argomulyo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga melalui penyelenggaraan kegiatan Prajabiyah (Prog

15/04/2026 13:39 - Oleh Mustaqim - Dilihat 21 kali
Forkompinda Salatiga Pantau Masjid Ramah Pemudik, Wali Kota Dorong Optimalisasi Layanan

Salatiga - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Salatiga turut serta melakukan pemantauan terhadap fasilitas dan layanan di tujuh Masjid Ramah Pemudik (MRP) yang tersebar

17/03/2026 22:28 - Oleh Mustaqim - Dilihat 87 kali
EMI Lakukan Peliputan Program Masjid Ramah Pemudik di Salatiga

Salatiga - Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Persiapan Program Masjid Ramah Pemudik menjelang libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bi

14/03/2026 05:30 - Oleh Mustaqim - Dilihat 125 kali
Kemenag Salatiga Siap Sukseskan Program Masjid Ramah Pemudik 2026

Salatiga - Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Program Masjid Ramah Pemudik 2026 menjelang a

11/03/2026 16:14 - Oleh Mustaqim - Dilihat 119 kali
KUA Argomulyo Fasilitasi BRUS di MA Plus Sunan Giri, Dukung Program The Most KUA Edisi Ramadan

Salatiga - Penyuluh Agama Islam dan Penghulu pada KUA Argomulyo kembali melaksanakan tugas fasilitasi BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) di MA Plus Sunan Giri Salatiga. Kegiatan ini m

04/03/2026 13:52 - Oleh Mustaqim - Dilihat 70 kali